Goresan-goresan di dinding yang membentuk gambar abstrak itu tiba-tiba membuat Jessica berhenti. Ditatapnya goresan itu lekat-lekat. Jessica menyentuh permukaan dinding itu dengan lembut, kemudian terlonjak begitu gambaran-gambaran sebuah peristiwa langsung muncul di benaknya. Tiba-tiba ia merasa seolah dibawa ke waktu dan ruang yang berbeda. Ia masih berdiri di ruangan itu, namun kali ini yang membuat ruangan itu berbeda adalah sebuah lampu yang membuat ruangan itu sangat terang. Rak buku, tempat tidur, bahkan sebuah lukisan seorang pria tua yang tengah melipat kedua tangan di dadanya pun tetap berada di tempat yang sama seperti yang Jessica lihat ketika ruangan itu gelap tanpa cahaya. Bayangan tentang peristiwa di masa lalu itu benar-benar terlihat dengan jelas. Seorang pria memasuki ru

