Rina panik begitu Bomi terkulai lemas ke dalam pelukannya. Ia tidak mungkin mengangkat tubuh Bomi sendiri dan membawanya pergi dari sana. Lagipula ia juga tidak tahu di mana ujung labirin itu. Namun dia pun tidak bisa meninggalkan Bomi sendiri di sana. Bagaimana jika makhluk lain menyerangnya dan mencoba melukainya? Luka di lehernya memang terlihat dalam. Rina pun tidak bisa membiarkan Bomi kehilangan banyak darah. Saat Rina semakin panik melihat kondisi Bomi, kedua matanya menangkap sekelebat bayangan di kejauhan. Ia yakin itu adalah salah satu dari teman-temannya karena derap langkah kaki sosok itu terdengar dengan sangat jelas. “Siapa di sana?” teriak Rina. Ia berharap semoga dugaannya tidak keliru. Semoga saja itu bukan roh jahat yang sedang mengambil alih tubuh temannya. Rina masih b

