Dhani masih mengerjap, berusaha memastikan apakah ia sudah benar-benar bisa melihat makhluk dari alam lain lagi atau kah itu hanya perasaannya saja. Ditatapnya pintu ruangan yang berjarak sekitar sepuluh meter darinya. Ia tidak ingin orang lain melihatnya bertingkah aneh. "Zika?" Ia mengulangi panggilannya, masih menatap sosok gadis kecil yang menenggelamkan wajahnya di lututnya itu. Gadis yang ia panggil itu perlahan mengangkat wajahnya. "Kau menyelamatkan orang yang salah," bisiknya di tengah isakan yang semakin menjadi. "Mas, jangan bangun dulu!" Suara dari ambang pintu membuat Dhani terlonjak. Bukan apa-apa, dia hanya tidak ingin dianggap gila karena dikira berbicara sendiri. Begitu Dhani menoleh ke tempat Zika duduk tadi, gadis kecil itu telah menghilang. "Istirahat dulu! Teman-tema

