Hampir lima menit berlalu tanpa obrolan di antara Jessica dan Zika. Jessica masih menatap tubuh kedua temannya, sementara Zika belum juga menghentikan isakannya. Air matanya telah mengering, namun tubuhnya masih bergetar. "Zika... " Jessica memanggilnya dengan pelan, takut kalau gadis kecil itu akan menangis lagi. Sementara itu Zika hanya mendongak. Jessica sempat takut mata gadis itu akan menghitam lagi, namun ia lega begitu melihat manik mata Zika yang cantik. "Kau bilang ayahmu mendapat tubuh baru?" Zika mengangguk pelan. "Kau tahu siapa dia?" "Seorang pemuda, tinggi, dan... " "Apa dia seumuran denganku?" Jessica menatapnya lekat. "Sepertinya begitu," gumamnya. Isakan Zika sudah sepenuhnya berhenti. "Kurasa aku mengenalnya." "Benar kah?" "Aku tidak yakin, tapi sepertinya begitu.

