Chapter 25

1104 Kata

Alden yang semulanya pingsan, kini mulai sadar dan melihat Beno yang duduk di sampingnya. Rasa perih masih menjalar di area s**********n pria tersebut, Alden rasa, dirinya mau mati juga saat perempuan yang tak dikenalinya melayangkan sebuah pukulan menggunakan pianika ke arah k*********a. "Sssshhh, masih sakit juga," ringis Alden. "Aku berhenti," ucap Beno. Alden menatap Beno dengan pandangan bertanya 'mengapa kau berhenti?' Seolah mengerti dengan tatapan itu, Beno menghela nafasnya kemudian berucap, "tujuanku sudah tercapai." "Apa yang terjadi?" tanya Alden. "Kita kalah," jawab Beno kemudian meninggalkan Alden di gudang. Alden mengepalkan tangan, bukannya kapok, pria itu semakin menguatkan niatnya untuk menghancurkan Kean dengan merebut Nadia dari tangan bosnya itu. "Tunggu saja, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN