Chapter 17

907 Kata

Di rumah Kirana, Mamah Nadia. Elena dan Darma menunggu Kean dan menantunya sambil menonton televisi. "Pah, kira-kira masih lama yah?" tanya Elena. "Entah, mungkin sebentar lagi, Mah," jawab Darma. Baru saja membicarakan mereka berdua, Nadia dan Kean telah pulang. "Assalamualaikum," salam Kean. "Waalaikumsalam, panjang umur kalian, baru aja Papah dan Mamah bahas lo," balas Elena. "Aamiin, Mah. Lagi ngebicarain apa sih?" tanya Nadia. Elena dan Darma tidak menjawab pertanyaan Nadia melainkan memeluk menantunya di samping itu Kean memutar bola matanya malas sambil bersedekap d**a, "Cuman Menantunya doang yang dipeluk? Ingat Anak juga, Mah," celetuk Kean. "Gak usah, bosen meluk Kamu, tuh temenin Papah Kamu nonton soalnya Mamah mau bicara dulu sama Nadia," balas Elena lalu menarik tanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN