Dua Puluh

1636 Kata

Cukup lama Marsha berdiam diri dalam kamar bernuansa abu-abu putih sepeninggal Neo dan Andrew. Ia bahkan tadi sempat melakukan video call dengan anak-anak. Sekarang ia tidak tahu lagi akan berbuat apa. Ia bosan menunggu. Sedang yang di tunggu tak kunjung kembali. Huh, seberapa lama seorang pria menata hati mereka untuk pulih dari kemarahan? Apa selama ini? Seperti cewek saja. Marsha menggeleng. Menghentikan hatinya yang saat ini tengah protes. Tak perlu berpikir lama lagi dan menolak mengikuti saran Andrew serta Neo. Marsha keluar kamar, mencari keberadaan sosok pria yang ia tunggu. Marsha tidak menemukan Andrew ataupun Neo untuk ia tanyai keberadaan Andrean. Disini ada dua sosok bertubuh tegap dan besar, menjaga lorong gelap yang ia masuki tadi. Pikir saja, di sini tidak ada siapapu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN