Hari telah berganti, hari ini anak-anak mulai masuk sekolah kembali. Pukul setengah tujuh pagi, Andrean datang menjemput. Tindakannya kali ini atas paksaan nya kepada Marsha kemarin. Ia ingin mengantarkan anak-anak ke sekolah. "Sekolahnya kok ada gituannya, Ma?" tunjuk Ara, saat semuanya telah turun dari kendaraan Andrean. "Mama juga tidak tahu, Sayang." Marsha sendiri heran. Melihat sekolahan anaknya ada hiasan bendera warna-warni hampir di seluruh halaman sekolah. Seingatnya sekarang bukan tanggal 17 Agustus dan hari itu sudah lewat lama sekali. "Kita masuk dulu, yuk!" ajak Marsha. "Ala mau sama Papa Andle." Ara melepaskan genggaman Marsha dan beralih menggenggam tangan kiri Andrean yang nganggur. Sebab, tangan kanannya lebih dulu di genggam oleh Cio. "Ibu Marsha!" Seseorang memang

