Lima Puluh Enam

1176 Kata

"Mama!" "Iya!" Marsha menjawab panggilan anaknya. Ia sedang duduk di sofa di dalam kamar Andrean. Sembari menunggu anak-anaknya menyikat gigi. Izy berlari ke arah Marsha. "Mama aku mau baju kayak, Papa." "Ahh," mata Marsha melirik Andrean, berniat bertanya kenapa anaknya berkata seperti itu. Andrean malah memalingkan muka. "Kenapa sayang, Izy 'kan punya baju tidur sendiri." "Bial sama Mama. Bila kembal, jadi lucu." "Iya, Mama.Kita 'kan enggak punya baju tidur samaan sama Papa. Mau ... punya Mama!" "Andrean." Marsha memanggil Andrean dengan nada rendah. Berharap Andrean melihatnya. Bukan pura-pura tidak tahu. "Aku tidak mengatakan apa-apa, Marsha." "Iya Mama. Jangan malah ke Papa." Ara berlari ke Andrean memeluk kaki papanya itu. Bermaksud membela Andrean. "Sama Papa Malcel kita p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN