Dua Puluh Tujuh

1655 Kata

"Dad sudah pulang!" Lea bersorak begitu matanya menangkap sosok Andrean duduk di sofa dengan menyandarkan tubuhnya. Lea kemudian berlari dengan cepat menuruni anak tangga. Andrean menundukkan sedikit tubuhnya untuk menyambut pelukan anaknya itu. "Dad pulang cepat?" "Iya." Andrean melempar senyum tipis. "Dad kenapa?" Bingung Ara melihat bahu Andrean di lilit kain kasa. Lea bisa tahu, pasalnya Andrean tidak mengenakan atasan. Ia melepasnya saat sampai di rumah dan duduk di ruang tamu. "Dad jatuh. Tapi besok udah sembuh kok. Cuma enggak boleh banyak gerak," ujar Andrean, sedikit berbohong. "Ow." "Lea, Lea besok mau ikut Dad?" "Ke mana, Dad?" Tanya langsung Lea. "Jalan-jalan." "Jalan-jalan?" Tanyanya lagi dengan antusias yang besar. "Iya. Tapi ada syaratnya." "Apa ... apa ... Syar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN