Akh, Aku jadi ingat sesuatu yang membuatku sangat marah. Pernah suatu ketika tanpa disangka Aku dan Dewa berada di satu party yang sama karena kebetulan yang mengundang adalah salah satu kolega perusahaan papa Reno. Aku tidak mengajak Sena saat itu. Aku melihat Dewa bersama teman-temannya di party itu. Dewa tak tahu kalau Aku ada tak jauh darinya duduk. Tak sengaja Aku sempat mendengar pembicaraan mereka. Semula pembicaraan mereka hanya seputar hobbi dan pekerjaan, sampai pada pembicaraan seputar wanita. Ada salah satu yang membuatku sangat marah. Dewa membicarakan tentang kekasihku Sena yang baru beberapa hari mutasi ke cabang Fatmawati, cabang di bawah kepemimpinan Dewa. “Di kantorku ada barang baru bro.” “Siapa?” “Salah satu staf baru cewek, bodinya beuh. aduhai. Gimana rasanya ya

