Chap. 18 - Anger

1049 Kata

Nadia mengetuk - ngetukkan jarinya jengkel. Menatap handphone di hadapannya dengan bosan. Beberapa kali menghubungi Amanda tapi tidak di angkat, pesan Nadia tidak di balas. Sudah dari kemarin siang komunikasinya dengan Amanda terputus. Sudah menghubungi induk semang Amanda tapi sepertinya Amanda tidak berada di flatnya. "Kemana anak ini? Bikin khawatir setengah mati.. Ayolah Amanda... angkat teleponnya... "Halo..." suara seorang pria di seberang sana Nadia agak kaget namun tidak memperlihatkan dalam nada bicaranya. "Halo... Amanda? Can i speak with Amanda, please.. "Oughh she still sleeping. Can i help you? "Nope... just tell her, mmmm contact me after she wake up. "Okay then.. "Gracias.. Tut tut tut... Telepon di matikan. "Well, kau harus ceritakan padaku apa yang sebenarnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN