Dunia serasa berputar. Sekeliling Daren tampak samar, seseorang yang tidak ingin di lihatnya sekarang ada di hadapannya, menjulang tinggi laksana gedung pencakar langit. Berdiri dengan tampang masam, seakan tertawa mengejek melihat Daren. Ohh lalu apa? Kenapa kakaknya sekarang ada di tempat ini? Apa yang di lakukan kakaknya di sini? Karena pekerjaan? Liburan? Wanita? Ohh tidak mungkin! Berbagai pertanyaan timbul dalam benak Daren. "Estrada..." "Panggil aku kakak Daren!" Seru Estrada lembut. "Dan apa tepatnya maumu kakak? Sepertinya sudah beberapa tahun...." jawab Daren lirih. "Ibumu terlalu memanjakanmu Daren!" "Oh tidak! Maaf kakak, tidak ada urusan dengan ibu..." timpal Daren. Ibu Daren adalah istri kedua ayah Estrada, Daren dan Estrada adalah kakak beradik tapi beda ibu. Namun d

