“Kau dimana?” Davina langsung bertanya tanpa perlu basa basi begitu David mengangkat telepon dari dirinya. Ia sejak tadi berusaha menghubungi lelaki itu namun tidak kunjung diangkat. Maka kemungkinannya hanya satu. Daniel tengah melakukan rapat sehingga tidak memegang ponselnya. Setelah menunggu beberapa saat dan mencoba menelpon kembali, akhirnya teleponnya diangkat oleh David. “Kantor.” Davina pun memutar bola matanya dengan malas atas jawaban yang diberikan oleh kakaknya itu. Semua orang di mansion ini juga pasti tahu bahwa pada jam segini David berada di kantornya dan sedang bekerja. “Maksudku, benar-benar kantor? Ruanganmu? Atau ruang rapat?” “Ada apa?” Sebenarnya terkadang Davina merasa bahwa David itu sama dinginnya seperti Daniel. Bila sudah sedang dalam mode sikap dingin

