Davina tersenyum ketika melihat yang dirinya kirimkan kepada Daniel tadi siang kini telah terbaca. Ia yakin pasti Daniel benar-benar membaca pesan tersebut bukan hanya sekadar membacanya. “Luccie, aku pergi ke toilet sebentar,” ucap Davina. Temannya itu pun menganggukkan kepalanya. Davina lantas meninggalkan meja untuk melangkah ke toilet. Mereka makan malam di salah satu restoran yang cukup terkenal di New York. Ada banyak pasangan yang melakukan candle light dinner disini. Mereka juga melakukannya disini karena menyukai suasana yang romantis hampir sama seperti ketika di Paris. Meskipun keduanya adalah seorang gadis bukan pasangan laki-laki dan perempuan. Begitu mendekati toilet perempuan, Davina membulatkan matanya karena merasa terkejut. “Kau!” Seorang lelaki yang Davina ken

