Nath menghilang entah kemana. Dia pergi tanpa meninggalkan pesan hingga membuat gue kelimpungan mencarinya. Bahkan gue tak teringat untuk menghubungi Nando yang sedang keluar kota untuk urusan bisnisnya. Gue udah kayak orang gila mencari Nath kemana-mana. Tapi tak ada hasilnya! Sialnya, ponselnya ditinggal di rumah. Jadi gue tak bisa menghubunginya. Hingga malam hari saat gue kembali ke rumah, gue masuk ke kamar Nath. Pandangan gue tertuju ke ranjangnya yang masih terlihat bekas ditidurinya. Gue terbayang akan kilasan peristiwa yang pernah gue alami disana bersamanya. "Ayolah beb, ini hari gue kan?" Saat itu dia bertanya sambil menarik tubuh gue ke ranjangnya. "Ish, perasaan hari lo udah berakhir dua hari lalu. Sekarang gue milik Nando," gue cubit hidung bangir Nath dengan gem

