Entah ini kebetulan atau keberuntungan buat gue, ternyata Nath mengajak bertemu di resto Perancis yang sama dengan yang diboking Nando. Nah gegara itu gue punya ide buat ngadalin mereka berdua. Ups! Bukan ngadalin sih, gue cuma memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. So, gue menelpon Nath untuk mengatur janji dengannya. "Hey Beb, tumben lo telpon dulu. Pasti kangen gue kan?" sambut Nath yang selalu narsis. "Kangen pala lo, gue cuma ingin memastikan lo enggak kelaparan aja. Jatah duit dari gue enggak lo habisin kan?" sarkas gue. Nath tertawa renyah, dia mah gak pernah tersinggung sama gue. Entah kalau sama yang lain. "Masih ada kok Beb, tapi boleh dong minta jatah yang lain?" godanya manja. Gue tahu jatah yang dia maksud... dasar m***m! "Lo itu dulu homo betulan gak sih? Kok

