“Hah? Kenapa ditolak, Bu?” pekik Julie tak habis pikir. “Karena Ibu tidak mau dianggap sebagai perusak rumah tangga orang, jika Ibu bersedia menjadi istri kedua dari ayahmu. Ibu cuma ingin hidup tenang, walau harus membesarkanmu seorang diri. Tapi syukurlah, ayahmu tetap mempersiapkan semuanya untukmu, termasuk soal jodoh.” Bu Umi tersenyum sambil menatap mata Julie. “Tapi semua keputusannya, Ibu serahkan kembali ke kamu, Jul. Kalau kamu nggak bersedia dijodohkan, kamu boleh membatalkan apa yang telah tertulis di surat perjanjian itu. Ibu bersedia kabur bersamamu ke negara lain, mungkin. Dan siapa tahu kita bisa hidup bersama seperti dulu lagi. Kita yang bahagia dan baik-baik saja.” “Tapi aku menginginkannya, Bu. Aku menginginkan Billy,” kata Julie. “Maka ikutilah apa yang hatimu kata

