Acara peresmian gedung baru perpustakaan akan segera dimulai. Para tamu undangan telah berada di kursinya masing-masing. Berderet-deret kursi berjajar membentuk lengkungan. Hiruk pikuk suasana gedung perpustakaan terdengar serupa dengung lebah madu dalam sarang. Arum dan Bu Mia duduk di deret samping khusus tamu undangan VIP. Dari tempatnya duduk, Arum bisa mendengar gumaman orang-orang yang tengah membicarakan dirinya. Lebih tepatnya membicarakan tentang penampilannya senja itu. Namun hal itu tidak digubrisnya sama sekali. Arum lebih memilih pura-pura tuli. Ia sudah terbiasa dengan hal itu. Karena setiap kali Arum diundang di acara penandatanganan bukunya, ia juga berpenampilan seperti ini. Ya, menyamar. Nyaris seperti teroris dalam status buronan. “Tan, yang mana sih direkturnya? Yang

