“Nggak. Aku akan mengatakan semuanya.” Juna terpekur. Pandangannya menerawang jauh. “Tapi bukan sekarang.” Yudhis terdiam. “Tolong jaga Arum,” pinta Juna kemudian. “Aku memohon bantuanmu.” “Maaf, aku sama sekali nggak berminat jadi babysitter,” canda Yudhis. “Aku serius, Berengsek. Aku lagi nggak mood bercanda,” protes Juna. “Tapi aku lagi pengen bercanda, Berengsek,” tandas Yudhis. “Jadi, ternyata gini, ya, ending-nya? Akhirnya kamu mengibarkan bendera putih. Akhir kisah yang sama sekali nggak seru menurutku. Tapi okelah, aku hargai keputusanmu. Aku harap kamu menyesal seumur hidup.” “Trims. Aku harap juga gitu.” “Tenang aja. Kamu pikir buat apa aku masuk ruang ICU? Nggak perlu kamu suruh, aku bahkan dengan senang hati mempertaruhkan nyawaku demi dia,” ujar Yudhis kemudian. Juna t

