Dua Puluh Tujuh

1658 Kata

Tempat makan yang dimaksud oleh Dikta, adalah sebuah rumah makan sederhana yang satu arah dengan perjalanan mereka menuju jalan tol. Awalnya Adelia kira pertanyaan soal makan malam tadi, sekedar alasan Dikta untuk mengabaikan Pak Faisal karena beliau terlebih dulu bertingkah tidak sopan padanya. Ternyata Dikta benar-benar membawanya ke sebuah rumah makan, beralasan bahwa dirinya tidak sempat makan siang. Walau Adelia yakin sekali, kalau laki-laki itu sempat mendengar perutnya berbunyi di dalam mobil tadi. "Maaf ya, saya cuman bisa menawarkan makan di tempat seperti ini." Sepertinya Dikta sedikit salah sangka atas diamnya Adelia saat ini. Dia bukannya tidak suka diajak makan di tempat sederhana seperti ini, hanya saja dirinya diingatkan akan kehidupannya selama 3 tahun terakhir. "Mas, ken

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN