Tujuh Belas

1351 Kata

"Adek lo naksir kuratornya ya?" Arkana menghela napas, untuk kesekian kali mendengar pertanyaan yang sama dari bibir Chadra selama pembicaraan mereka melalui telpon sedari tadi. Temannya itu mendadak menghubungi pagi-pagi buta, bahkan sebelum alarm rutinnya berbunyi nyaring. Nyawanya bahkan belum terkumpul semua, kala Chadra tak henti menceritakan pertemuannya dengan sang adik. Pembicaraan itu kemudian merembet ke bagaimana dia melihat reaksi Adelia dan Dikta yang dirasa menunjukkan ketertarikan satu sama lain. Walaupun tau bahwa adiknya memang memiliki 'sandiwara' dengan Dikta, ia tidak menyangka bahwa keduanya akan melakukan pertunjukkan tersebut secepat ini. Apalagi sandiwara pertama itu dilakukan tanpa ia dan ketiga saudaranya lain dapat melihat. Itulah kenapa Arkana jadi ikut bertan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN