Ezerta academy adalah sebuah sekolah yang sudah berdiri sejak perang dunia ke tiga berakhir, menurut legenda, kepulauan ini dulu nya di huni oleh kaum kaum elite dengan kemampuan yang di luar nalar, semuanya percaya dengan pernyataan tersebut, kecuali Grace.
Matanya menatap ke arah buku yang berisikan tentang kisah hidup perempuan bernama Yordania, didalam buku tersebut di ceritakan bahwa perempuan berambut panjang itu memiliki kemampuan memanggil monster laut yang ada di pulau ini, tidak ada yang pernah melihat makhluk tersebut kecuali garis keturunan Yordania.
Makhluk itu biasa di sebut dengan nama Nessie. Se ekor monster yang berebentuk seperti naga namun tinggal di dalam laut.
Kata nya, sebelum ada nya manusia di dalam pulau ini, monster itu bertemu dengan seorang perempuan bernama Helena, dan mereka menikah hingga mempunyai seorang anak, Nessie sangat menyayangi anak tersebut, namun Helena tidak mau anak itu dekat dekat dengan Nessie lalu membawa nya ke kota.
Sampai suatu saat perang dunia terjadi dan akhirnya Nessie dapat bertemu dengan salah satu keturunan nya yaitu Yordania.
“Lagi baca apa?” tanya Jasmine sambil duduk di samping Grace.
“Kau tidak di suruh membaca legenda pulau ini?”
“Disuruh, aku sudah membaca nya,”
“Baca yang mana?”
“Di buku itu di bilang kalau pulau ini adalah awal mula dari perang dunia ke 3”
“Ha? Aku tidak pernah membaca buku itu, kau ngarang,”
“Ngga! Aku gak ngarang, aku juga kaget, bukunya ada di rak paling atas dan susah sekali untuk di jangkau, aku baru saja membaca setengah, tapi tiba tiba penjaga perpus itu mengambil bukunya dan menyimpan buku tersebut di dalam laci meja besar itu,” ujar Jasmine sambil menunjuk ke arah meja penjaga perpustakaan.
Grace hanya terdiam dan melihat ke arah meja itu sebentar, kira kira di laci yang mana buku itu di simpan, kalau Grace bisa mengambil buku itu dan membaca nya, mungkin dia bisa mengungkap rahasia yang di sembunyi kan oleh akademi ini.
Tak sampai beberapa menit Grace memandangi meja tersebut, tiba tiba terdengar suara bel khusus yang mampu menakuti semua murid di sekolah ini.
Bel tersebut adalah bel yang mengharus kan mereka berkumpul di sebuah ruangan dengan lapangan yang luas, untuk di baca kan peringkat nya.
“Bagaimana ini aku takut nilai ku jelek,” ujar Jasmine sambil bergetar hebat.
“Tenang saja, bukan nya kita berdua bisa mengerjakan semua soal di ujian terakhir?” ujar Grace menenang kan sahabat nya itu, setelah berdiri, perlahan tangan Grace terulur untuk dapat membantu nya berdiri dan berjalan bersama sama menuju lapangan.
Grace dapat melihat seluruh koridor sudah di penuhi oleh murid murid akademi yang memakai seragam berwarna putih seperti biasanya. Sebelum masuk ke dalam ruangan. Mereka di wajib kan untuk meminum dua buah pil yang berwarna biru dan hijau, entah untuk apa, namun yang pasti pihak akademi selalu mengata kan kalau pil tersebut adalah vitamin yang baik bagi tubuh mereka.
“Kira kira berapa orang yang akan masuk ke permainan tahun ini?” tanya Jasmine.
“Aku tidak tau, semoga saja kita tidak termasuk ke dalam daftar orang mati itu,” jawab Grace.
“Ah, aku tidak bisa membayang kan kalau kita masuk ke dalam tempat terkutuk itu,” ujar Jasmine dengan tubuh yang gemetaran.
Grace memutus kan untuk tetap diam membiar kan Jasmine berkutat dengan isi kepala nya sendiri. Setelah meminum dua pil itu Jasmine dan Grace pun ikut berbaris di dalam ruangan itu.
Terlihat dua orang dengan seragam hitam yang terbuat dari kulit sintesis berdiri di sana. Tangan yang laki laki memegang sebuah tongkat sedang kan yang perempuan memakai sebuah mahkota hitam di atas rambut nya yang pirang.
Mereka berdua adalah pemenang permainan sadis yang selalu di lakukan di pulau ini, tentu saja mereka adalah salah satu murid yang tinggal di akademi ini tahun lalu, setelah memenang kan permainan, mereka di beri kebebasan untuk tetap tinggal di pulau ini, tentu saja di suatu tempat yang berbeda dengan gedung Ezerta Academy, konon kata nya tempat tersebut benar benar mewah dan semua kebutuhan mereka akan di penuhi disana.
Kenikmatan yang luar biasa itu sangat berbanding terbalik dengan syarat syarat mereka yang ikut ke dalam permainan. Setiap murid yang memiliki nilai di bawah batas yang di tentukan oleh pihak akademi, akan mengikuti permainan tersebut dan berjuang memenang kan nya dengan mempertaruh kan nyawa mereka sendiri.
Grace beranggapan kalau permainan tersebut di cipta kan agar orang orang yang kurang mampu berjuang di bidang akademi cepat musnah dari tempat ini, sedang kan yang berhasil bertahan hidup akan di jadi kan pelindung di garda terdepan untuk melindungi pulau ini dari serangan dan ancaman di luar pulau.
Suara riuh kerumunan di dalam ruangan tersebut sejenak berhenti saat seorang wanita paruh baya yang mereka kenal dengan sebutan Ratu berdiri di atas mimbar sambil mengetuk mic di depan nya perlahan.
“Selamat datang anak anak ku yang terkasih,” ujar nya dengan suara lembut dan senyuman manis.
“Mengingat ujian akhir sudah berakhir ibu akan mengumum kan nama nama yang berhasil meraih nilai diatas ambang batas yang sudah di tentu kan,”
Grace menatap ke arah pemenang laki laki yang berdiri di atas sana, ia tau betul siapa laki laki itu, namanya adalah Erzon, salah satu murid yang terkenal nakal dan begitu kejam, tidak heran dia dapat memenang kan permainan sadis akademi ini tahun lalu.
“Grace! Aku lolos! Aku tidak harus mengikuti permainan tahun ini!” ujar Jasmine bahagia.
“Kalau sudah begini, pasti kau juga akan lolos, kan seluruh jawaban kita sama selama ujian akhir kemarin,” ujar nya lagi.
“Tapi dimana namamu Grace?” tanya Jasmine.
Grace pun ikut melihat nama nya di layar besar di depan mereka, betapa terkejut nya Grace saat dia melihat nama nya berada di daftar merah.
“Bagaimana bisa?” ujar Jasmine tidak percaya.
“Aku melihat semua jawaban mu Grace! Aku tidak berbohong, seharus nya nama kita berada di daftar yang sama bukan seperti ini,”
Grace hanya terdiam tidak percaya, ia sendiri pun tidak mau jika diri nya ikut masuk ke dalam daftar orang orang yang mengikuti permainan tersebut.
“Sama seperti peraturan tahun lalu, setiap murid yang berada di daftar merah akan mengikuti permainan Ezerta, mulai besok, kalian akan di jemput menuju tempat pertandingan, jadi persiapkan barang barang yang bisa membantu kalian selama disana,”
“Boleh aku berbicara sebentar ibu Ratu?”
“Apa? iya silah kan,”
“Aku akan mengambil hak salah satu murid yang ada disini, dengan mengganti kan dia di pertandingan!” sahut nya di atas mimbar.
“Apa?” gumam Jasmine tidak percaya.
Semua orang disini tau kalau Erzon adalah seorang psikopat tapi mereka masih tidak bisa percaya laki laki itu mau mengganti kan posisi orang lain dalam permainan, hal itu sama saja bunuh diri.
“Apa saya boleh melaku kan nya bu?” tanya Erzon lagi sambil tersenyum lebar pada bu Ratu.
Sesuai dengan peraturan yang ada, setiap pemenang memiliki kebebasan untuk mengganti kan posisi pemain di pertandingan selanjut nya, asal kan pemain tersebut berada di daftar teratas daftar merah.
“Kau berada di daftar ke dua Grace,” ujar Jasmine.
“Seandai nya kakak itu mau bergabung lagi, kau mungkin akan selamat,”
“Iya, tapi aku tidak yakin kakak itu mau bergabung,”
“Baiklah, posisi Edward Grigory akan di ganti kan oleh Ezron Tobias,” ujar bu Ratu, lantas daftar nama di layar pun ikut berganti.
Grace dapat melihat Ezron tersenyum dengan puas, sedang kan Edward menangis bahagia di tempat nya.
“Bagaimana dengan mu Karina? Apa kamu juga mau ikut bermain lagi?” tanya bu Ratu pada Karina, pemenang perempuan dalam permainan itu.
“Aku? Buat apa aku menginjak kan kaki ku ke neraka itu lagi. Aku akan menikmati kebebasan ku disini selagi menonton mereka saling membunuh,” ujar Karina lalu tertawa sinis.
“Baik lah, daftar pemain untuk tahun ini sudah Rampung, mohon persiap kan diri kalian untuk permainan tahun ini!” sahut bu Ratu sambil bertepuk tangan.
Grace dapat mendengar riuh nya tepuk tangan dan suara isak tangis anak anak yang berada di daftar merah sama seperti dirinya.
Perempuan itu tidak tau apa kah dia dapat bertahan hidup selama pertandingan itu berlangsung, ditambah lagi dia akan bertanding dengan seorang pembunuh berdarah dingin bernama Ezron.
Aku pasti akan langsung mati di babak pertama.