SEMBILAN BELAS

1147 Kata
            Nusantara. Kediaman Frans Alvero, 12 Desember 2300. Pagi ini Frans terbangun dari tidurnya, langkah kakinya langsung mengarah ke sebuah jendela raksasa dengan pemandangan kebun teh disana, keluarga Alvero adalah termasuk keluarga terkaya nomor 3 di Nusantara, setelah keluarga keraton Widjanarka dan keluarga pendatang Bornslav. Sebagai pewaris utama, tentu Frans memiliki jumlah harta hampir 100% dibandingkan dengan saudara-saudara semarga miliknya yang lain. Jumlah kekayaan yang ia miliki saat  ini mencapai 3,2 Triliun rupiah, itupun sudah dipotong dengan pembangunan markas baru yang akan di isi nya dengan orang-orang terbaik di Nusantara ditambah lagi dengan teknologi-teknologi maju yang dikembangkan oleh anggota-anggota The Unknown. Markas yang akan dinamainya dengan sebutan Ghost itu akan di isi dengan orang-orang yang hidup selayaknya hantu, tidak terlihat, namun mampu menakut-nakuti orang disekitarnya. Kalau The Unknown akan digunakannya sebagai alat penghancur kerajaan. Ghost dibuat oleh Frans dengan tujuan yang lebih mulia, yaitu untuk melindungi rakyat tanpa sepengetahuan pihak Istana. Statusnya yang saat ini hanya menjadi pengawal kerajaan membuat seluruh hartanya itu seolah tidak terlihat, Frans juga cenderung hidup sederhana jika berada diluar. Toh juga tujuan utamanya menjadi salah satu pengawal kerajaan hanya untuk melindungi teman baiknya yaitu Arjuna dari serangan musuh, namun siapa sangka, musuh yang di waspadainya itu adalah keluarga dari Arjuna sendiri. Setidaknya aku berhasil membawa kabur Aruna, bagaimana keadaan anak itu sekarang ya? Tangannya mengambil sebuah cerutu dari saku jubahnya, meskipun sudah mulai memasuki usia lanjut, tubuh Frans terlihat begitu bugar layaknya pria dewasa yang baru berusia 30an, Frans terkenal dengan keahliannya menggunakan bela diri, segala jenis bela diri yang tercipta di zaman sebelum perang mampu dikuasai dan dimodifikasi oleh Frans dengan baik. “MINGGIR KAU BERENGSEK!” Sahut seorang perempuan dari ujung lorong. “Ah dia mulai lagi.” Frans meletakkan cerutunya kembali ke atas meja lalu keluar untuk mengecek keadaan. “Kenapa kau selalu merusak pagi ku yang cerah?” Ucap Frans pada Elisabeth yang sedang berkelahi memperebutkan sepotong kue dengan cucunya Adam. “Adam? Sejak kapan kau berubah kekanak-kanakan seperti ini?” “Aku tidak akan memberikan potongan terakhir pada pengemis ini!” Sahutnya tak mau kalah. “Elisabeth. Berikan kue itu pada Adam sekarang. Kita harus segera berlatih, kalau kau terlalu kenyang kau akan sulit bergerak.” Ucap Frans lalu meninggalkan mereka menuju lapangan dibelakang rumahnya. Elisabeth memberikan potongan kue itu dengan terpaksa, meskipun Elisabeth membencinya Adam tidak dapat menghilangkan rasa suka yang muncul dari dalam hatinya untuk Elisabeth, perempuan itu cerdas dan tangguh sama persis dengan kriteria perempuan idaman Adam. Apapun yang terjadi Adam harus bisa memiliki Elisabeth, kalau dia tidak bisa, tidak ada seorangpun yang bisa memilikinya. “Kita mau belajar apa?” Tanya Elisabeth. “Aku akan mengajari mu semua ilmu bela diri yang aku ketahui.” Jawab Frans. “Kenapa tidak sekalian mengajarkan cucu berengsek kesayangan mu itu?” “Mungkin aku juga perlu mengajari mu cara berbicara—“ “Sopan layaknya bangsawan? Maaf pak tua aku tidak berminat. Aku masih bisa hidup sampai sekarang tanpa gangguan preman-preman di luar sana akibat mulut ku yang kurang ajar ini.” Ucap Elisabeth memotong perkataan Frans. “Terserah mu saja lah El, Aku hanya mengajarkan ilmu-ilmu bela diri pada mu karena kau adalah orang yang cocok untuk mengaplikasikannya saat bertarung, sedangkan Adam lebih mahir dalam menggunakan senjata api, entahlah itu termasuk mahir atau tidak, kalau dibandingkan abang mu mungkin kemampuan Adam hanya seperlima dari kemampuannya.” “Tomi bisa menggunakan senjata?” Tanya Elisabeth dengan semangat. “Sedang belajar. Namun dia belajar dengan sangat cepat. Aku rasa kepintaran ayah mu turun pada kalian berdua. Tapi setauku gen ibu lah yang membuat anak-anak menjadi pintar.” “Ibu ku juga pintar! Kau kira karena dia di perkosa oleh ayah ku menandakan dirinya adalah seorang perempuan murahan yang tidak punya otak?” “Wow, tenanglah nona, aku tidak bermaksud menyinggung ibu mu.” “Aku harap kau bisa sama cepatnya dengan Tomi.” “Cepat belajar ilmu bela diri milikmu?” Frans mengangguk, sebelum dia siap Elisabeth dengan cepat menendang Frans menjauh dan mengeluarkan dua pisau kecil kesayangannya. “Tidak, tidak, kau dilarang menggunakan senjata selama kau masih berada di tempat ini.” “Memangnya kau mau membawaku kemana? The Unknown? Aku sudah bilang pada mu aku tidak mau masuk kesana.” Ucap Elisabeth dengan tegas. “Aku akan membuat markas rahasia baru, dan kau akan ku jadikan pemimpin dari pasukan itu jika aku mati. Jadi bekerja keras lah.” *** Setelah menghabiskan waktu hampir delapan jam untuk berlatih dengan Frans, Elisabeth masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri, setelah berendam cukup lama perempuan itu keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalutkan sebuah handuk. “Ah segarnya.” Gumamnya. “Halo Elisabeth.” Ucap seorang laki-laki tiba-tiba yang berhasil mengagetkan Elisabeth. “Malam ini kau akan resmi menjadi milikku” Ucap Adam lalu menyetrum Elisabeth dengan stungun di tangannya. Laki-laki kotor itu membuat Elisabeth tidak sadarkan diri dan melakukan hal-hal menjijikkan pada perempuan yang dicintainya tanpa merasa bersalah sedikitpun. “Dengan menandai mu seperti ini, kau tidak akan mungkin menolakku hahaha.” Ucap Adam setelah melakukan perbuatan hina itu kepada Elisabeth sambil mengisap rokok ditangannya. “Adam, kau benar-benar cerdas.” Adam kembali memakai semua pakaiannya dan membiarkan Elisabeth terbaring dengan mengenaskan di atar tempat tidur. Pada esok harinya Elisabeth terbangun lalu menangis, selama ia hidup baru sekarang  dia kembali menangis setelah ia dilahirkan ke dunia. Hari ini adalah hari dimana Elisabeth bersumpah bahwa dia akan membunuh Adam bagaimana pun caranya, mau itu dengan menggunakan tangannya sendiri ataupun dengan menyuruh orang lain, ia tidak peduli. Yang penting baginya Adam mati dan menghilang dari muka bumi ini. Sudah banyak penderitaan yang dia rasakan selama ia hidup di dunia ini, tapi kenapa kali ini terasa lebih, bahkan seratus kali lipat lebih menyakitkan? Rasanya ia sudah tidak memiliki tubuhnya lagi, seperti tinggal didalam daging busuk yang begitu kotor dan hina. Setelah kehilangan ibunya dan tidak memiliki keluarga sama sekali yang mendukungnya, sekarang dia malah kehilangan harga diri yang selama ini dia pertahankan. Perempuan itu mengutuk dirinya yang tidak mampu melawan tindakan Adam di malam itu, seandainya dia berlatih lebih baik lagi, akan sangat mudah mengalahkan Adam dengan tangan kosong. Elisabeth langsung bergegas membersihkan dirinya yang sudah dia anggap sangat menjijikkan, sambil menahan rasa sakit Elisabeth berjalan menuju ruang latihan untuk bertemu dengan Frans, disana langkahnya terhenti saat melihat Adam yang sangat santai bercanda gurau bersama Frans. Apa sebenarnya Frans yang merencanakan ini semua? Elisabeth mengepalkan tangannya kuat-kuat, sebisa mungkin ia menahan air matanya agar tidak terjatuh. Frans yang menyadari keberadaan Elisabeth langsung memanggilnya. “Tumben sekali kau terlambat untuk latihan? Biasanya kau datang se-jam lebih awal daripada ku?” Ucap Frans, Elisabeth berjalan mendekati mereka dan sebisa mungkin tidak terlihat tertatih-tatih. Adam beranjak meninggalkan Frans demi berpapasan dengan Elisabeth. “Apa masih sakit?” Ucapnya pelan lalu tertawa. “Tenang saja, kau akan terbiasa nanti.” Adam pergi meninggalkan Elisabeth. Perempuan itu menunduk dan meneteskan air matanya. AKAN KU BUNUH !
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN