BAB : 35

1626 Kata

  "Kiran, ada makanan yang menempel di sudut di bibirmu," ujar Arland sambil menyodorkan sebuah sapu tangan dari sakunya. Kiran cuman bisa bengong memandangi sapu tangan itu. Apa yang ia harapkan barusan? Arland hanya menyodorkan sebuah sapu tangan. Oh, ayolah Kiran ... jangan memikirkan yang tidak tidak. "Oh, makasih," ucapnya menerima sapu tangan yang disodorkan Arland, kemudian segera mengelap bibirnya. Apa Arland tak bisa sedikit bersikap romantis? Harusnya dia membantu mengelap bibirnya seperti di film-film. Astaga! Kiran. Sadarlah! Ini dunia nyata, bukan film. Jadi, jangan berharap lebih. Apalagi Arland, cowok itu bukan salah satu dari deretan cowok yang memiliki sikap romantis. "Kenapa?" tanya Arland menatap ke arah Kiran yang bengong sambil terus mengaduk-aduk minumannya. "Ah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN