BAB : 55

1071 Kata

Saat ini keduanya sedang menikmati makan siang di sebuah restoran. "Kita kap ..." "Makan dulu, ntar aja nanya-nanya habis makan," sergah Arland langsung pada perkataan Kiran. Sebenarnya, Kiran kesal pake banget akan sikap Arland itu. Tapi, apa mau dikata dan diperbuat. Sikap suaminya menurun sekali dari papa mertuanya. Selesai makan, Arland menatap fokus pada Kiran. “Mau bicara apa tadi?” tanyanya. "Jadi nggak selera buat ngomong lagi," balas Kiran. "Untung saja kamu lagi nggak selera ngomong. Betapa bingungnya aku, kalau kamu bilang nggak selera makan. Apalagi kalau kamu bilang nggak selera lagi denganku. Aku memilih untuk bunuh diri saja.” Andai saja yang bicara barusan bukan suaminya, bukan orang yang dia cintai, bukan orang yang udah merenggut kegadisannya. Pasti akan ia bunuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN