BAB : 47

1110 Kata

“Harusnya kita menikmati honeymoon, ya,” ujar Arland saat Kiran sedang menyuapinya potongan buah. Mendengar perkataan Arland, Kiran hanya memberikan senyuman sebagai balasan. Jangankan honeymoon, bahkan ia saja tak kepikiran hal lain selain kondisi kesehatan suaminya ini. Satu suapan buah yang disodorkan Kiran, ia tolak. “Sudah.” Kiran mengelap bibir Arland dengan tisu. Saat ia hendak beranjak dari kursi, niatnya dihentikan oleh suaminya itu. “Ki.” “Ya?” “Boleh, peluk aku lagi?” Pertanyaan apa yang ditanyakan suaminya ini. Kenapa juga harus meminta begitu. Kiran langsung saja memeluk Arland, perlahan. Takut, jika ia mengenai bekas operasinya. Baru juga pelukan, tiba-tiba pintu dibuka dari arah luar. Membuat Kiran seketika melepaskan diri dari Arland. Fokus keduanya langsung mengara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN