Pagi ini cuaca sangat bersahabat bagi orang seperti Jesty. Mendung, hujan rintik-rintik, dan berangin lagi. Memang pas buat berdiam diri di bawah selimut. Yah, berharap cuaca begini sampai malam aja. Cocok untuk bermalas-malasan. "Sayang, tidak mau bangun?" "Hmm." Di balik selimut yang menutupi seluruh tubuh Jesty, Jesty hanya menjawab suaminya dengan gumaman. "Hari ini katanya mau lihat adik bayi." "Adik bayinya lagi mengantuk, Mas. Enggak mau diganggu," balas Jesty, agak kacau. "Adik bayinya 'kan tidak bisa bicara, Sayang?" Meski tahu jawaban sang istri ngawur, Elwin tetap menanggapinya. Ia bahkan masih setia duduk di pinggir ranjang samping istrinya yang masih enggan bangun sedari tiga puluh menit lalu. "Mas Elwin enggak bakal bisa dengar, cuma Jesty yang bisa." Elwin mengukir se

