Empat Puluh Enam

1160 Kata

Jesty menuruni anak tangga, ia akan pergi menuju dapur berniat mengambil air minum. Elwin sudah tidur setelah puas menangis. Wajah Jesty memerah mengingat itu, bagaimana tidak? Baru kali ini ia menidurkan orang, orang loh ya bukan anak-anak, tidur dalam pelukannya lagi. Jesty menggosok-gosok pipinya. “Pasti pipiku merah sekali,” gumam Jesty. “Tidak hanya pipi. Hidungku pasti merah juga.” Ia ikut menangis dengan Elwin tadi, Jesty tidak menyangka bahwa Elwin mempunyai hidup yang berat. Jesty merasa hidupnya sudah berat, ternyata di luar sana masih ada hidup orang lain yang lebih berat daripada hidupnya. Baru menginjakkan kaki di lantai bawah, Jesty melihat Oma Rita duduk di depan pemanas yang tidak menyala. Di tangan Oma Rita ada sebuah pigura, dan Oma rita terus memandanginya. “Anakmu dat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN