Turun dari ojek online. Jesty sembunyi di balik pohon yang kemarin di belakanginya. Ia mencari tahu satpam yang baik padanya ada di sana atau tidak. Lama menunggu, Jesty melihat seorang satpam membuka pintu gerbang. Betapa beruntungnya Jesty, satpam tersebut bukan satpam yang waktu itu. Lega rasanya. Jesty menurunkan tudung Hoodie nya, tadinya ia pakai buat jaga-jaga menutupi wajah andai bertemu satpam kemarin. Kemudian ia mulai mendekati gerbang kantor. "Permisi, Pak." "Iya, ada apa mbak?" tanya plus jawab satpam di depannya ini. Ia datang di waktu yang tepat, tepat pula gerbangnya di buka. Satpam yang ia temui kali ini, lebih mudah dari satpam sebelumnya. Lebih tinggi juga lagi. Parasnya pun tidak kalah menawan. Tampan. Wah, jika jodohnya satpam seperti ini. Ia tidak akan mengadakan

