Sembilan belas

1055 Kata

Membosankan, bosan bosan dan bosan. Itulah yang Jesty rasakan. "Sudah berapa hari aku di sini? enggak tahu harus apa lagi?" tanya Jesty entah pada siapa. Tadi siang sudah tidur, sampai sore lagi. Malamnya enggak bisa tidur jadinya, deh. Jesty mengangkat bahu sembari menggembungkan pipinya. Sementara Elwin, pria itu hilang alias sibuk dengan pekerjaannya. Katanya sih, cuman sebentar. Tidak peduli mau lama atau sebentar, lagipula tidak ada hubungan dengannya juga. "Nonton televisi aja kali ya," pikir Jesty. "Boleh deh, daripada diam enggak menentu. Kayak orang enggak berguna aja," sontak Jesty langsung tertawa atas ucapannya sendiri. "Memang tidak berguna sih, cuma mau menuh-menuhin bumi aja. Dasar Jesty bodoh!" maki Jesty pada dirinya sendiri. Turun dari ranjang, Jesty memutuskan menon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN