Kesadaran yang hilang beberapa menit lalu kini telah kembali. Jesty sadar apa yang ia lakukan salah. Ia salah telah mengikuti insting dan menyeimbangkan diri terhadap apa yang telah Elwin lakukan padanya. Terbuai, menikmati dan membalas. Sudah sangat terlalu jauh. Jesty mencoba menahan d**a Elwin, mendorong Elwin agar menyingkir dari atas tubuhnya. Tetapi keinginannya tidak terkabul. Elwin terus saja memainkan bibirnya, seolah tidak ada hari esok. Ia takut, sangat takut sekarang. Air mata Jesty meluncur, ia terisak. Tangannya sudah tidak lagi berdaya mendorong tubuh Elwin. Rasanya percuma, tenaganya terbuang sia-sia. "Jesty." Tangisan Jesty pun turut menyadarkan Elwin dari perbuatannya. Ia sendiri terkejut atas apa yang ia lakukan. Sayangnya, sudah terlambat. "Pergi." Jesty memalingka

