Tiga Puluh Dua

1140 Kata

Jesty sudah siap di meja makan ketika Elwin terlihat menuruni tangga. Jesty sendiri pun telah pergi mandi tadi sebentar, sekedar menghilangkan bau masakan di tubuhnya. Sama seperti biasa, Elwin mengambil tempat duduk di samping Jesty. “Makan, Mas. Sudah Jesty ambilin. Kalau kurang bilang.” “Terima kasih, Jesty.” “Sama-sama, Mas,” ucap Jesty sambil mengambil makanan untuknya sendiri. “Makan aja Mas, enggak usah nungguin aku.” Jesty menegur Elwin yang tidak kunjung memakan makanannya tetapi malah memperhatikan dirinya. “Kita makan bersama, Jesty.” “Mas makan duluan saja. Mas ‘kan capek seharian sudah bekerja.” Ya, bekerja terus bersenang-senang. Dengan dua wanita sekaligus lagi. Hebat. “Tidak, Mas mau nunggu Jesty. Jesty ‘kan sudah selesai ambil makannya.” Jesty menghembuskan nafasn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN