Dua Puluh Lima

1130 Kata

Jesty merebahkan dirinya di kasur. Senyum terus terukir di wajahnya. Hari ini, ia sangat bahagia. Terima kasih pada Tuhan yang memberinya kebahagiaan yang luar biasa dalam hidupnya. Jesty menyentuh pipinya, senyumnya kian lebar. Sungguh, ekspresi berbeda yang Jesty tunjukan. Waktu Elwin mencuri ciuman pertamanya, Jesty menangis. Menyesali yang ia perbuat. Kini, ia terus tersenyum seolah ABG baru mengenal cinta. "Kau menyukainya Jesty? hah?" tanya Jesty pada dirinya sendiri. "Kau suka dengan kehangatan di pipimu tadi? sungguh?" Jesty menepuk-nepuk kedua pipinya. "Aku malu melihat cermin. Wajahku pasti memerah." "Ahhh!" teriaknya heboh. Mengambil bantal, Jesty menutupi wajahnya dengan bantal tersebut. "Aku sudah mewujudkan dua keinginanku jika aku punya kekasih. Haruskah aku wujudkan yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN