“Dulu aku sangat tidak mengerti mengapa Kakak bisa sangat membenci salju, padahal Kakak sangat menyukainya. Tetapi sekarang aku paham mengapa hal itu bisa terjadi? Karena saat ini pun aku merasakannya, putihnya salju sungguh memuakkan,” ucap gadis berambut cokelat yang sudah melebihi bahu terdengar lirih. “Mengapa?” tanya wanita berambut pirang yang kini tengah mengupas buah jeruk yang ada di tangannya. “Waktu itu kami datang ke taman bermain dan dia berjanji di saat salju pertama turun. Tetapi pada kenyataannya kami tidak akan pernah bisa bersama, kan, Kak?” lirih Halsey menatap manik hijau Sarah yang meneduhkannya. “Sudah berapa bulan ini Kakak belum bertemu dengannya, mungkin nanti jika kami bertemu akan aku tanyakan padanya,” ucap Sarah menyuapi Halsey potongan jeruk yang telah dia

