“Masya Allah … mimpi apa aku? Ini masakkan yang dia masak sendiri?” gumam Garda dalam hatinya. Dia mengunyah pelan-pelan sambil membayangkan sosok Aluna yang tengah tersenyum di depannya. Garda mengambil ponsel dan mencari kontak yang dia namai Bu Luna. Ditatapnya kolom chat. Ada rasa sungkan, tapi gerakan hatinya membuat jemarinya tetap melanjutkan ketikan. [Nasi gorengnya enak, terima kasih, Bu Luna. Garda.] Sementara itu, Aluna yang sedang memutar tutorial menggambar dengan infocus melukis melirik ponselnya yang bergetar. Disambarnya cepat, lalu dibukanya pola yang menutup layar. “Nomor baru?” Kedua alis Aluna saling bertaut. Namun, kerutan tersebut tak bertahan lama, berganti dengan senyum yang tersungging manis pada bibirnya. [Sama-sama.] Balasan cepat dia kirimkan. Bersama ra

