Bab 66

1546 Kata

Pov Bu Fera Aku pun hendak membuka paket itu ketika Mang parmin kembali muncul, “Paketan lagi, Mang?” Lelaki dengan kaos partai warna kuning itu terkekeh, “Bukan, Bu! Itu ada tamu.” Mang Parmin bicara . “Tamu?” “Iya, Bu! Perempuan! Katanya mau ketemu Ibu.” Aku urung membuka paketan yang dibeli Banyu. Lekas bangun dan mengikuti langkah Mang Parmin ke arah luar. Daun pintu terbuka ketika tampak seorang perempuan dengan dress selutut dan rambut digerai tengah berdiri di teras. Dia tampak tengah mengedarkan pandangan ke sekitar rumah dengan matanya yang tampak sembab. “K--Karissa?” Suaraku tersekat. Terdiam sejenak. Ini seperti mimpi. “M--Mama? Mama sehat?”Dia tersenyum dan berhambur memelukku. Aku bergeming. Kuusap punggung lembutnya. Lebih dari sepuluh tahun, bukanlah waktu y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN