Bab 70

1934 Kata

“Jingga, pernah ke kantor Banyu?” Mbak Karissa tiba-tiba muncul ketika aku baru saja selesai menidurkan Cakrawala. “Ahmmm … belum, Mbak.” Aku menoleh sambil memunguti tissue yang tadi kugunakan membersihkan area sensitif Cakra. “Selama nikah?” Mbak Karissa tampak tak percaya. “Iya, Mbak. Kenapa gitu?” Aku menatapnya. “Jingga, Jingga … suami itu sesekali harus diberi perhatian, diberi kejutan, jangan sampai dia merasa ahm, apa, ya? Terlalu, bebas.” “Apa iya, Mbak? Tapi aku percaya sama Mas Banyu lah, Mbak.” Aku menanggapi sekadarnya. “Gak bisa gitu, Jingga. Jangan sampai seperti Mbak dengan Mas Glen. Selama ini kurang apa Mbak? Tega-teganya dia menusuk Mbak dari belakang. Dia khianati kepercayaan Mbak sama dia. Sakit banget, Jingga, sakit.” Suaranya terdengar berat. Dia duduk sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN