Melihat semua pada kegirangan begini membuat rongga hati yang tadinya dingin mendadak hangat. Seketika juga, pupil matanya di uat lebig juat oleh orang-orang yang kini di depannya. "Kalo mau nangis, gapapa, Fred. Itukan alami. I know beban u berat banget." Dekap Fiola yang bergerak penuh semangat. Sampai detik ini Fredsy tidak tau mengapa, dia bisa sedakat nadi dengan cewek ini. Kenapa mesti dia? Lagi-lagi dia yang tau perjalanannya. Kenapa sih bukan orang lain yang selalu ada di depan matanya? Kenapa mesti dia? Fiola. Cewek pilihan terakhir Freddy yang bisa menjelma jadi apapun sesuai kebutuhan. Bisa jadi temen cerita, temen main, temen ngopi, temen groceries, temen shopping, temen with benefit... Lhoooo. Canda alig! Ya kali ajaaa. Gak pernah Freddy memperlakukan cewek jadi teme

