Makanan yang lagi trend sekarang tampak biasa saja di meja seorang laki-laki yang sedang bermuram durja. "Ini billnya." Ia hanya mengangguk lemah. Memberikan dompet tanpa rasa takut akan dibawa oleh si pelayan. Toh, untuk apa juga takut. Bukannya di toko ini banyak cctvnya. "Huh" Ia malah menidurkan kepala di atas meja, sambil bersenandung pelan. Boleh saja lagunya bahagia, tapi, hati kecilnya kehujanan. Basah, hingga lepek tak bersisa. Jika, diperas, bisa. Akan ada darah di mana-mana. Brgggh! Kursinya terguncang. Membuatnya terhempas ke lantai. Begitu lemas, hingga orang di samping menatapnya nanar. "Bercandanya yang bener aja yaa, gila!" Bentak Nathan pada Garry yang kini menampilkan wajah kagetnya. "Demi Allah, gua gak sengaja." Cih~ Sampe bawa-bawa nama tuhan dia.

