Lagi lagi kenapa kepalanya pusing begini, padahal, rasanya tadi sudah baikkan. Atau jangan jangan inilah ujung kehidupan? Aaaarrrrrrrhhhh! Ody teriak sangat keras. Tubuhnya tersungkur ke tanah dan tidak bisa bangun seperti semula. Kepalanya terasa berat hingga tangannya bisa merasakan airan darah yang menghangatkan jiwa. "Wah mati nih gua kayaknya." Gumam Ody seraya memegang kepala belakang. Basah. Lembab. Dan meninggalkan bau, membuat dirinya tak tahan dan tau tau memejamkan mata. Ninuninuninuuuu, suara sirine tak kunjung membuat Ody bangun. Dia semakin lelap dan tenang. Padahal, sekelilingnya histeris dan dilanda kepanikan, "Tolong teman saya, Pak." Rintih Sofia yang pertama menemukan Ody dalam keadaan begini. "Akan kami usahakan dan upayakan, anda bisa ikut kami ke rs unt

