Sisa makanan yang begitu banyak membuat si ketua pusing. Harus dikemanakan semuanya? Masa mau dibagiin ke orang-orang? Tidak etis, membagi makanan sisa. Fiola menolak pikiran kasarnya. Lebih baik mengaduh ke sesama, ketimbang dicemooh bersama. Kalau begitu nampaknya belum apple to apple yaa. Sehingga ada tangan yang menyudahi fikirannya, "Buat makan bareng di sini aja lagi. Gapapa kan? Ini juga dibelinya pake uang kantor, atau engga?" "Hah?" Fiola tersentak sebentar. Baru kali ini ada orang asing yang sudah cerewet begini. Sok dekat, bukan, maaf. Terlalu dekat hingga kita semua merasa sudah kenal lama dengannya. "Sorry, bukan maksutnya gimana-gimana, gua cuman ngasih solusi aja." Jelas orang itu lagi. Membuat Fiola semakin bingung. Orang ini nampaknya baik, tapi, hanya cerewet. F

