Salah telak, hingga membuat repot semuanya. Garry terduduk dengan posisi yang sangat sopan layaknya orang keraton, "Siapa namanya?" "Garry Mah-" "Bukan kamu, diem." Tegas Loren yang masih mengenakan celemeknya. Ia menatap gadis yang duduk di sofa, terlihat jelas jika, gadis ini berasal dari kultur barat. "Saya? Ody? Kamu?" "Heh!" Tangan Garry mencubit kecil kaki Ody. Ia berharao Ody menerima semua telepatinya agar mengukuti posisinya sekarang. Tapi, ternyata semua itu sia-sia. Bukannya Ody tidak sopan atau apa. Dirinya hanya tidaj tahu harus melakukan apa. Ia tidak pernah diajarkan budaya begini. Duduk ya di sofa. Tidak ada nama panggilan "dewasa" Untuk memanggil orang lain. Sampai akhirnya. Ia melakukan semuanya. Ody bersimpuh di sebelah Garry, menundukkan kepalanya serta memi

