"Bukan bodoh. Memaafkan itu hal terbaik untuk mengikhlaskan rasa sakit. Bahagia itu dicari, bukan mencari." ** AUTHOR POV "SURPRISE!!!!" teriak Fira begitu Naya membuka pintu apartemennya. Fira terlihat membawa beberapa kantung belanjaan. Tapi yang membuat Naya tambah terkejut ialah laki-laki yang berdiri di belakang Fira sambil tersenyum memamerkan deretan giginya yang rapi. "Hah? Maksudnya?" tanya Naya dengan tampang polosnya. "Nay, gue tau lo sibuk banget sekarang. Mega bintang. Oh no, u're super mega bintang. Tapi masa lo lupa sih sama....." Fira langsung melenggang masuk ke dalam apartemen Naya. Namun, ia langsung terlonjak kaget begitu melihat Damar sudah duduk manis di depan televisi. "Ulang...tahun lo..." suara Fira berubah mengecil. Seketika Fira menoleh kearah Naya. "Nay?"

