Thirty One

2231 Kata

DANAYA POV Masih kucoba untuk memejamkan mata walau gagal berkali-kali. Mas Damar meminjamkan piyama kebesarannya padaku karena aku tak membawa baju apapun kesini. Kamar tamu di apartemen ini memang cukup besar. Desainnya minimalis. Seperti kepribadian sang empunya. Aku mengamati setiap sudut di kamar ini. Rapi, sunyi. Pasti Mas Damar memang sangat kesepian karena tinggal seorang diri disini. Suara kenop pintu berbunyi. Mas Damar muncul dari balik pintu sambil mengernyit bingung. "Belum tidur? Lampunya masih nyala." Ujarnya lalu berjalan masuk. Aku langsung terduduk di ranjangku dan menatapnya tak enak. "Gabisa tidur, Mas." Jawabku pelan. Mas Damar terkekeh. "Kenapa? Gugup ya? Karena tiba-tiba harus nginep disini?" Entah itu ledekan atau hal serius yang baru saja terlontar dari mulu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN