Twenty Six

1081 Kata

Danaya POV Mas Damar memutuskan untuk menepi di salah satu restoran masakan sunda yang ada di tengah Kota Bandung. Bryan tertidur pulas di pelukanku. Aku sedikit tidak tega untuk membangunkannya. Sejak dari Ranca Upas tadi, Bryan terlihat kelelahan karena bermain. "Mas, kamu gendong aja deh Bryannya. Nanti banguninnya kalo makanannya udah dateng aja." pintaku pada Mas Damar. Mas Damar tersenyum tipis kearahku. "Kenapa, Mas? Kok ngeliatinnya gitu?" tanyaku penasaran. "Bryan kayaknya nyaman banget tidur di pelukan kamu." katanya sembari mengelus pelan pipi Bryan. Aku hanya membalas senyumannya dan memperhatikan Bryan. Bryan memang anak yang manis. Tidak sulit bagiku untuk mendekatinya. Walau mungkin di dalam pikiran Bryan, aku hanyalah teman atau rekan kerjanya Mas Damar. Karena seingatk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN