AUTHOR POV Keira membantu Bryan yang tengah kesulitan memakai dasinya. Ia pun berjongkok dan menyejajarkan tubuhnya dengan putra kecilnya yang sekarang sudah berumur 4 tahun itu. Bryan nampak semakin tampan semakin bertambahnya umur. Wajahnya pun seperti kloningan Damar, ayahnya. Alisnya cukup tebal, hidungnya mancung, dan ada lesung pipi di pipi kanannya. "Anak Mama, ganteng banget." seru Keira pada Bryan. Bryan tersenyum lebar. "Hari ini, kita ke Papa kan Ma?" Bryan nampak antusias ketika membicarakan Damar. Walau baru beberapa hari tak bertemu, Bryan rasanya sudah rindu dengan Papanya. Keira tersenyum miring sambil membenarkan seragam Bryan yang mulai berantakan. "Iya, kalo bisa kita jemput Papa untuk pulang kerumah." Keira menatap Bryan dengan ambisinya. Setelah memantapkan diri

