Twelve

1441 Kata

Danaya POV Masih dengan melirik jam tangan yang bertengger manis di lengan kiriku dan berharap aku akan datang tepat waktu. Kehadiran Fira di kosan ku memang membuat segala sesuatu menjadi tidak berjalan dengan semestinya. Akibat salah menyetel jam alarm, jadilah aku terlambat dan terpaksa naik taksi untuk menuju bandara. Padahal, tadinya aku ingin menumpang pada mobil salah satu teman yang akan ikut bersama tim untuk ke Malang. Sialnya, ia meninggalkanku karna aku kesiangan. Sudah pukul 06.30. Pak Damar pasti akan siap memarahiku. Ya tuhan, kenapa supir taksi di hadapanku ini seakan tidak mengjnjak pedal gas dengan benar? "Pak, boleh ngebut dikit ga? Saya buru-buru nih ngejar pesawat." Gusarku. Supir taksi yang bernama Miharja ini hanya tersenyum tipis. "Udah 100 nih mba. Mau saya baw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN