Pengkhianatan di Depan Mata

1012 Kata

"Halo, Yu? Apa kamu mau menikah denganku? Mari kita bertemu, aku mau bicara. Aku tidak ingin melanjutkan pernikahanku dengan Binar jadi bagaimana kalau kita—" 'Dasar gila!' 'Tut Tut Tut' Panggilan diputus. Abim menatap handphone-nya lalu menutup wajahnya dengan tangannya. Bodoh. Tentu saja Ayuni tidak akan mau. Mana ada perempuan yang akan langsung mengiyakan diajak menikah untuk menjadi mempelai pengganti. Apalagi hanya lewat panggilan suara. "Kenapa? Bagaimana? Ayuni ngomong apa?" Mita mendekat pada Abim, penasaran dengan apa yang Ayuni katakan. Abim menggeleng dan menjawab, "Ditutup Ma. Kayaknya dia marah. Lagian ide Mama memang konyol, kenapa juga aku mau saja menurut. Mau ditaruh di mana wajahku sekarang, kalau bertemu dengan Ayuni lagi." Abim berdiri dan pergi ke kamarnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN