Panggilan Sidang

1040 Kata

Nira melempar tasnya ke kursinya. Dia menyandarkan tangannya di meja dan menunduk. "Niko keterlaluan." Air matanya menetes. Setelah Niko memberi tahu Yudha kebenaran tentang Ayuni, dia segera masuk ke mobilnya tanpa pamit. Dia melajukan mobilnya dengan cepat. Selama ini bosnya hanya tahu kalau dia seorang ibu tunggal, tanpa tahu statusnya yang sebenarnya. Dia takut akan merasakan kembali dirinya dibully dan digunjingkan karena masa lalunya. "Hah." Nira menghapus air matanya. "Kenapa aku harus menangis. Kalaupun semua itu terjadi, bukannya aku sudah terbiasa menghadapinya? Pak Yudha orang yang profesional, dia pasti tidak akan mempermasalahkan statusku." Dia duduk di kursinya, membuka tempat bedaknya dan berkaca dari cermin yang ada di sana, memastikan dirinya kembali segar tidak terli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN